PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

PRAKTIK PEMBIASAAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH SUKATANI
 OLEH : FIRMAN ALAMSYAH, S.Ag

“. . . penduduknya gagah tampan/cantik molek tiada bandingnya/terkenal manis budi bahasa dan lemah lembut perangainya/mereka saling menghormati/saling menghargai hak asasi. . .”

“. . orang bilang tanah kita tanah surga/ tongkat kayu dan batu jadi tanaman. . .”

“. . .lihatlah disana/gunung yang tinggi lautan membiru/lihatlah disana mereka slalu tetap bersatu/bumi nusantara/yang indah/agung dan muli/ bumi nusantra tiada bandingan. . .”

 

Di atas adalah beberapa kutipan dari  syai-syair lagu yang memuji-muji keramahtamahan dan kehebatan bangsa dan negara Indonesia, apakah itu sekedar pujian tak beralasan ataukah itu memang pernah terjadi pada bangsa tercinta ini. Namun yang jelas dalam kenyataannya, kita menyaksikan peristiwa-peristiwa yang bertolak belakang dari apa yang dikatakan dalam syair lagu tersebut.

Kita menjadi semakin malu ketika Negara ini dipenuhi oleh para koruptor, berbagai praktik kecurangan dilakukan oleh bangsa ini dari penipuan, sampai korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin bangsa ini sendiri.

Melihat kondisi di atas, berbagai pihak mencoba mencari-cari apa penyebab negeri yang disebut-sebut sebagai surga ini rakyatnya seperti hidup dalam “neraka”. Hasilnya, hampir semua pengamat memiliki pandangan yang sama,  ternyata salah satu penyebabnya adalah rusaknya karakter bangsa ini.

Demikian juga dengan lingkungan masyarakat, penulis mengamati bahwa lingkungan masyarakat di Indonesia saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan penyakit-penyakit masyarakat lainnya sangat subur di kalangan masyarakat Indonesia belakanngan ini. Bahkan banyak orangtua sangat takut jika anaknya bergaul di masyarakat, mereka lebih merasa aman jika putra- putri mereka berada di sekolah atau di rumah.

Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa penulis memilih lingkungan sekolah sebagai lembaga yang paling ideal untuk menanamkan karakter bangsa :

  1. Sekolah memiliki program dan aturan-aturan yang jelas dan baku untuk mendidik para peserta didik.
  2. Sekolah memiliki otoritas untuk mengawasi agar program-programnya dapat berjalan dengan baik, sekolah dapat memberikan reward dan punishment untuk mensukseskan semua programnya.
  3. Sekolah memilikli manusia-manusia terpelajar, yang  relative lebih baik dari pada kedua lingkungan yang lain (keluarga dan masyarakat), kepala sekolah, para guru dan staffnya umumnya adalah para sarjana di bidangnya masing-masing dan relative lebih mengerti bagaimana mendidik yang baik.

Sesuai dengan kapasitas penulis sebagai pendidik di MTS. Al-Hidayah, penulis memberanikan diri untuk menyajikan profil Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah sebagai model sekolah yang telah mencoba melaksanakan pembangunan karakter dengan mengadakan program-program pembiasaan yang dapat menanamkan dan menumbuhkan karakter mulia kepada peserta didiknya. Diharapkan tulisan ini dapat memberikan informasi dan wacana untuk saling berbagi (sharing) kepada semua pihak yang memiliki perhatian penuh terhadap kemuliaan akhlak, watak dan keperibadian generasi muda demi mengangkat harkat dan martabat bangsa tercinta ini.

FROFIL MTS AL HIDAYAH SUKATANI

Mengapa harus ada pembiasaan?

Zig Zaglar (2001) dalam bukunya “ Something Else to Smile” menegaskan : “Perhatikan kebiasaanmu, karena ia akan menjadi karaktermu”.

Ibn Miskawaih (1998) seorang pakar moral dan etika dalamm bukunya “Tahdzib al-Akhlaq”  menegaskan “ Karakter manusia terletak pada fikirannya, dan dapat dicapai melalui pendidikan dan pergaulan, pengulangan atau kebiasaan dan disiplin”

Joyce Divinyi dalam bukunya “Discipline Your Kids” mengatakan “ Otak membutuhkan pengulangan untuk membuat tingkah laku tertetntu menjadi kebiasaan

Dr. Numer menjelaskan : bahwa proses belajar berlangsung di wilayah sadar (cerebral cortex) di bagian luar, kemudian lama-kelamaan dilakukan pengulangan akan menjadi sebuah pikiran atau perilaku yang baru, kegiatan itu berpindah ke wilayah otak bawah sadar (basal ganglia) yang bersifat otomatis. Semakin sering diulang, maka semakin otomatis. . ..

Dari pendapat-pendapat di atas jelaslah betapa pentingnya proses pembiasaan itu.

Berikut ini adalah praktik-praktik pembiasaan yang dilakukan MTs. Al-Hidayah Sukatani, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter mulia kepada para pesera didiknya.

Praktik pembiasaan yang dimaksud antara lain : Kegiatan salam pagi, membaca al-qur’an setiap hari, shalat sunnah dhuha setiap hari, membaca asma al husna setiap hari, berdoa khusyu’ di awal dan akhir pembelajaran, gerakan dua menit bersih dan rapi, gerakan dua menit bersih dan sehat, mengadakan kantin kejujuran, gerakan penghijuan, mengadakan lomba kebersihan kelas setiap pekan, istighasah bulanan, bakti social, mabid dll..

Kegiatan salam pagi, adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan di MTs. Al-Hidayah Sukatani sebagai wujud kepedulian, perhatian dan kasih sayang  seluruh komponen yang ada di MTs. Al-Hidayah Sukatani terhadap seluruh siswanya, di mana dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 06.30 tersebut kepala sekolah, para guru dan staff MTs. Al-Hidayah Sukatani berdiri di gerbang sekolah menyambut kehadiran para siswa. Kegiatan intinya adalah salam, sapa, senyum.

Membaca al-qur’an setiap hari, setiap pagi dimulai pukul 07.45 seluruh siswa MTs. Al-Hidayah melaksanakan serangkaian pembiasaan , duduk bersimpuh di halaman sekolah beralaskan sajadah, mereka membaca al-qur’an, khususnya juz 30.

Shalat Sunnah Dhuha adalah termasuk dalam serangkaian kegiatan pembiasaan pagi, dilaksanakan setelah membaca asmaul husna, biasanya salat dhuha dilaksanakan dua rakaat kecuali pada saat-saat tertentu seperti menjelang ujian, salat ini dilaksanakan empat rakaat.

Berdoa khusyu’ di awal dan akhir pembelajaran, dalam kegiatan ini siswa dibiasakan untuk berdoa dengan khusyu’, layaknya seperti siswa Taman Kanak-kanak, para siswa meletakkan kedua tangannya di atas meja dalam posisi melipat seperti ketika berdiri salat, kemudian berdoa dengan khusyu’ dipandu oleh guru.

Gerakan dua menit bersih dan rapi , adalah kegiatan rutin yang dilakukan seluruh siwa dengan komando guru, kegiatan ini dilakukan di setiap awal pembelajaran. Pada kegiatan ini seluruh siswa diminta mengambil sampah sekecil apapun yang ada di laci meja  dan di dekat mereka. Siswa juga diminta untuk merapikan pakaian dan meja-kursi mereka.

Gerakan dua menit bersih dan sehat, pada kegiatan ini siswa meletakkan kedua tangannya dia tas meja, kemudian guru memeriksa, kuku, rambut dan kebersihan diri mereka (personal Higience)

Dua menit pesan moral, di akhir setiap pembelajaran guru selain mengevaluasi kegiatan pembelajaran juga memberikan pesan moral kepada siswa, pesan tersebut berkisar antara imbauan untuk mentaati Allah dan RasulNya, mentaati orang tua, guru dan  aturan sekolah dan masyarakat.

Kantin kejujuran, adalah kantin kecil yang ada di setiap kelas (khususnya kelas pengembangan) yang dioperasionalkan dengan sitem self-service, para siswa mengambil sendiri barang yang diperlukannya kemudian membayarnya sesuai harga yang tercantum pada label.

Gerakan penghijauan, pada kegiatan ini siswa diminta mengumpulkan tanaman yang sudah tertanam rapi di pot, untuk ditempatkan di kelas mereka masing-masing, selain itu setiap kali melaksanakan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) siswa juga membeli tanaman langka untuk ditanam di sekolah.

Lomba kebersihan pekanan, untuk  kegiatan ini, sesuai jadwal yang telah dibuat,  para guru setiap hari (senin sampai Sabtu) memeriksa kebersihan setiap kelas, kelas yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan piala bergilir kepala sekolah, dan piala itu akan berada selama satu pekan di kelas tersebut, dan pada pekan depan akan pindah ke kelas yang lain sesuai dengan penilain para guru setiap hari.

Istighosah bulanan, setiap pekan pertama setiap bulan, tepatnya pada hari Selasa malam ba’da Isya, para guru dan siswa berkumpul untuk melakukan dzikir dan doa bersama.  Kegiatan di awali dengan pembacaan Q.S. Yasin dan diakhiri dengan pembacaan salawat Nabi Muhammad SAW.

            Bhakti Sosial, sedikitnya siswa MTs.Al-Hidayah mengadakan kegiatan bhakti social sebanyak dua kali dalam satu tahun, kegiatan itu bisa berbentuk pembagian sembako murah, sembako gratis, santunan, khitanan missal, pengobatan gratis, donor darah, buka puasa gratis, atau membersihkan masjid-masjid yang ada  di sekitar sekolah.

            Mabit, adalah kegiatan menginap yang biasanya dilakukan oleh kelas 9  menjelang Ujian Nasional, dalam kegiatan tersebut siswa kelas 9 mendapatkan materi-materi pencerahan dan motivasi (ESQ), dan pada tengah malam mereka melakukan shalat sunnah tahajjud.

Itulah beberapa kegiatan pembiasaan di MTS. Al-Hidayah yang diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akhirnya dapat melahirkan karakter mulia bagi siswa-siswi MTs. Al-Hidayah. Amin

About MTS AL HIDAYAH SUKATANI

EDUCATION

Posted on 11 February 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: